Angle Foto Makanan Terbaik: Kapan Pakai Flat Lay vs. 45 Derajat?
Bingung memilih angle: flat lay (90°) atau 45°? Artikel ini membantu kamu memilih sudut yang paling menjual untuk tiap jenis makanan—plus tips komposisi cepat, contoh kasus, dan cara mengeksekusi hasilnya hanya dengan HP. Di akhir, ada cara instan untuk “naik kelasin” foto-fotomu pakai Piclatte.

Kenapa Angle Itu Penting (banget)?
Angle menentukan cerita visual yang tertangkap: tinggi/rendahnya makanan, tekstur, dan elemen pendukung. Dalam food photography, tiga angle “workhorse” adalah flat lay (90°), 45°, dan straight-on (0°); pemilihannya mengikuti bentuk/tinggi hidangan dan bagian paling “menggoda” yang ingin ditonjolkan. (foodphotographyacademy.co)
Flat Lay (90°): Cerita Meja Penuh & Detail Atas
Kapan dipakai
- Hidangan datar (pizza, tart), mangkuk (salad bowl, ramen), piring campur banyak elemen, atau layout bahan + alat (storytelling “from top”). (Sandy Noto)
- Saat kamu ingin komposisi rapi/graphic look untuk buku menu, feed IG grid, atau katalog. (Great Big Photography World)
Kekuatan
- Kontrol komposisi maksimal (garis, bentuk, pola). Cocok untuk bermain rule of thirds/symmetry dan leading lines agar mata penonton “diajak berkeliling”. (reganbaroni.com)
Hati-hati
- Bisa terasa “flat” bila objek sebenarnya butuh dimensi/tinggi (burger, layered cake).
Checklist eksekusi cepat
- Posisikan cahaya dari samping 45° relatif ke meja untuk memberi bayangan lembut—foto top-down tetap punya kedalaman. (Bootstrapped Ventures)
- Pilih props tipis (linen, sendok, piring tipis) agar makanan tetap bintang utama.
- Gunakan aturan ganjil (3/5 item) untuk ritme visual yang lebih menarik. (foodphotographyacademy.co)
45 Derajat (sekitar 25–75°): Rasa “Hidup” & Kedalaman
Kapan dipakai
- Hidangan bertingkat/tinggi (burger, sandwich, pancakes), minuman berlapis, atau plating dengan tekstur di sisi samping. (fleurfoodie.com)
- Saat ingin dimensi dan depth tanpa kehilangan sebagian detail atas. Angle ini meniru cara kita melihat makanan ketika hendak menyantapnya—natural & engaging. (foodphotographyacademy.co)
Kekuatan
- Menampilkan sisi & atas sekaligus, memberi volume/shape dan tekstur (saus menetes, lapisan kue). (Tom Crowl - Product Photographer)
Hati-hati
- Periksa horizon—jangan sampai miring (skewed) yang bikin makanan “nyaris jatuh”. Tripod/leveling membantu. (Spice + Light)
Checklist eksekusi cepat
- Jaga foreground clean, sisakan leading line (serbet/pisau) yang mengarah ke subjek utama. (foodphotographyacademy.co)
- Side/backlight lembut menonjolkan tekstur tanpa glare di saus/glasir.
Framework 30-Detik: Pilih Angle Berdasarkan “Anatomi” Makanan
- Identifikasi “bagian paling enak dilihat” (crust, lapisan krim, topping).
- Cek tinggi/bentuk: datar/tinggi/berlapis?
- Pilih angle yang memuji fitur tersebut; uji cepat dan bandingkan sebelum lanjut styling. (myfoodlens.com)
| Kondisi Makanan / Tujuan | Pilih Angle | Kenapa |
|---|---|---|
| Datar, banyak elemen kecil, story alat & bahan | Flat Lay | Graphic look, kontrol komposisi maksimal (grid/symmetry). (SNAPSHOT - Canon Singapore Pte. Ltd.) |
| Tinggi/berlapis, ingin tekstur & volume | 45° | Menunjukkan sisi & atas, terasa natural, lebih “mengundang”. (foodphotographyacademy.co) |
| Minuman bertingkat/gelas tinggi | 45°/Straight-on | Menonjolkan tinggi & layering. (fleurfoodie.com) |
Komposisi Pendukung (Berlaku untuk Keduanya)
- Rule of Thirds / Symmetry: mulai sederhana, letakkan subjek pada perpotongan grid atau center untuk hero shot yang tegas. (reganbaroni.com)
- Rule of Odds (3/5): susunan ganjil terasa lebih dinamis. (foodphotographyacademy.co)
- Leading Lines: arahkan mata ke makanan (sendok, serbet, papan). (foodphotographyacademy.co)
- Negative Space: jadikan ruang kosong sebagai “nafas” agar judul/menu/price tag mudah ditimpa.
Studi Kasus Cepat: Coffee-based Dessert
- Flat Lay untuk story ingredients: biji kopi, cocoa powder, biskuit, sendok takar mengelilingi tiramisu mini. (Komposisi simetris/thirds). (SNAPSHOT - Canon Singapore Pte. Ltd.)
- 45° untuk hero plating: tampilkan lapisan mascarpone & dusting kakao; gunakan back/side light untuk tekstur halus. (foodphotographyacademy.co)
Eksekusi HP-Friendly
- Aktifkan grid; lock exposure, tap-to-focus di area utama.
- Gunakan permukaan matte (hindari glare), dekatkan ke jendela sebagai key light.
- Ambil 2–3 variasi: flat lay, 45°, straight-on; pilih yang paling “menjual” saat editing cepat.
Bonus: Coba Angle Siap-Pakai di Piclatte
Kamu bisa langsung menguji rasa perbedaan angle tanpa studio. Di Piclatte, ada koleksi gaya yang mengunci estetika angle, misalnya “Flat White Overhead” (flat lay) dan “Flat White 45 Degree”—cukup upload foto basic, pilih gaya, dan lihat perbedaannya. Tersedia gratis 3 foto pertama dan sistem 1 kredit = 1 foto. (Piclatte)
3 langkah mudah di Piclatte: Upload → Pilih Style → Dapatkan Hasil berkualitas studio yang tetap autentik terhadap produkmu. (Piclatte)
Ringkasan Cepat
- Flat Lay: untuk makanan datar, banyak elemen, atau storytelling atas meja.
- 45°: untuk makanan bertingkat/tinggi dan tekstur yang ingin “keluar” dari frame.
- Selalu tes 2 angle, lalu pilih yang paling menonjolkan kelebihan produk.
Mau lihat beda angle di foto kamu sendiri? 👉 Coba Piclatte—Gratis 3 Foto Pertama dan temukan style terbaik untuk menu, GoFood/GrabFood, dan konten Instagram-mu. (Piclatte)
Referensi
- Food Photography Academy – Best Camera Angles & Rule of Odds/Leading Lines. (foodphotographyacademy.co)
- My Food Lens – Memilih angle berdasarkan tinggi/fitur makanan. (myfoodlens.com)
- Canon Snapshot Asia – Flat lay & komposisi simetris. (SNAPSHOT - Canon Singapore Pte. Ltd.)
- Adobe – Flat lay untuk food & product storytelling. (Adobe)
- Fleur Foodie / Anusha Loves Spice – Tiga angle utama & praktik 45°. (fleurfoodie.com)
- Bootstrapped Ventures – Penempatan cahaya 45° untuk depth pada flat lay. (Bootstrapped Ventures)
- Piclatte.com – Free trial (3 foto), 1 kredit = 1 foto, koleksi style termasuk “Flat White Overhead/45 Degree.” (Piclatte)